metropesawat.com, IDI RAYEUK –
Sebanyak 173 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Aceh Timur, terdampak banjir Hidrometeorologi yang melanda kabupaten setempat akhir November 2025 silam.
Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Bustami SPd, MSi, melalui Kabid Pembinaan SD, Ridwan SPd, SD kepada wartawan, Senin (29/12/2025).
“Total 173 sekolah dasar yang terdampak banjir bandang,” ungkap Ridwan.
Dari jumlah itu, katanya, satu sekolah SD hilang total diterjang banjir yaitu SDN Ranto Panyang Rubek, Gampong Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, dan satu sekolah dasar putus akses karena diterjang banjir bandang yaitu SDN 2 Lokop.
“Sedangkan SDN 1 Lokop tertimbun lumpur dan tumpukan material kayu, selebihnya terdampak terendam banjir yang menyisakan lumpur yang sangat tebal,” jelas Ridwan.
Dampak banjir ini menyebabkan kerugian di sektor pendidikan, mobiler, ATK, dan perlengkapan sekolah lainnya rusak parah akibat banjir.
Ridwan menjelaskan semua sekolah terdampak sudah didata kerusakannya dan sudah dilaporkan ke Kemendikbud.


Bahkan, pada 12 Desember 2025 lalu, perwakilan dari Kemendikbud Budi Santoso, sudah meninjau sekolah yang terdampak banjir di Aceh Timur.
“Sekolah – sekolah yang terdampak parah ini nantinya ada tim gabungan yang akan membantu membersihkan. Sementara, yang tidak begitu parah, kita imbau kepsek dan dewan guru bergotong royong untuk membersihkan sekolah masing-masing,” imbau Kabid responsif ini.
Ridwan menjelaskan, semua fasilitas sekolah yang rusak akan diupayakan untuk dibantu kembali.
5 Januari Aktif Sekolah
Ridwan menyebutkan, semua sekolah baik yang terdampak banjir maupun tidak aktif sekolah pada 5 Januari 2026.
“Sekolah – sekolah yang hilang total, juga aktif sekolah dengan kondisi apa adanya, tidak mesti pakai seragam, nanti kita juga distribusikan tenda-tenda bagi sekolah yang hilang total,” jelasnya.
“Harapan kita semua sekolah yang terdampak, Kepsek, dewan guru semuanya tetap tenang, semangat menjalankan proses belajar-mengajar dengan kondisi apa adanya pasca bencana ini,” harap Ridwan.
Akibat musibah banjir ini, lanjutnya,
20238 siswa terdampak, 19378 siswa mengungsi, guru terdampak 1917.
“Adapun kebutuhan school kit sebanyak 12345, dan kebutuhan tenda sebanyak 302 tenda,” jelas Ridwan.(*)
Penulis : Seni Hendri
