metropesawat.com, ACEH TIMUR – Warga Desa Grongrong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, masih bertahan di pengungsian tanpa bantuan yang memadai sejak banjir melanda desa mereka dua pekan lalu.
Sabarudiin Kepala Dusun, Desa Grongrong, menyatakan bahwa warga desa telah mengungsi selama 8 hari, namun hanya menerima bantuan 3 zak beras ukuran 15 kilogram.
“Kami sangat membutuhkan bantuan, terutama air bersih, obat-obatan, dan MCK (Mandi Cuci Kakus). Anak bayi dan lansia mulai sakit-sakit karena tidak ada fasilitas yang memadai,” kata Kepala Dusun Grongrong.
Desa Grongrong merupakan salah satu desa yang paling parah terdampak banjir, dengan lebih dari 30 rumah rata dengan tanah. Warga desa berharap pemerintah lebih peduli terhadap kebutuhan mereka.
“Kami berharap pemerintah serius dalam membantu para korban bencana banjir. Kami membutuhkan bantuan yang memadai untuk dapat kembali ke rumah kami,” tambah Kepala Dusun Grongrong.
Warga desa juga mengeluhkan kurangnya fasilitas MCK di pengungsian, sehingga mereka terpaksa buang air besar menggunakan plastik.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mengirimkan bantuan dan fasilitas yang memadai untuk kami,” tutup Kepala Dusun Grongrong.
“Alhamdulillah, hari ini Kamis (4/11/2025) kami kedatangan dari ormas MPC-PP (Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila) Aceh Timur dengan menyalurkan bantuan.
Dengan adanya bantuan ini, sehingga akan mengurangi beban kami di pengungsian. “Kami sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) yang masih mengungsi,” tutur Sabaruddin.
Reporter : Iskandar
Editor : Jamadon
