Close Menu
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah
      1. Politik
      2. View All

      Sambut Ramadhan, Anggota DPR RI Irsan Sosiawan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Delapan Kabupaten Kota

      February 17, 2026

      Ketua DPW Partai Aceh Aceh Timur Serahkan SK Pengurus DPC/S Darul Ihsan

      February 7, 2026

      Aksi Kemanusiaan NasDem Johar Fahlani Sambangi Korban Kebakaran Penaron dan Pengungsi Banjir Serbajadi

      January 24, 2026

      Azhari Maop Resmi Pimpin DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur

      January 17, 2026

      Sentuhan Sosial PMI Aceh Timur di Serba Jadi Pedalaman Aceh Timur

      February 17, 2026

      Wujudkan Lingkungan Indah Pasca Banjir, Istri Wabup Bantu Puluhan Pot Bunga untuk RSUD SAAS

      February 11, 2026

      Kalak BPBD Aceh Timur: Huntara yang Tidak Sesuai Spesifikasi Tidak Dibayar Pemerintah

      February 2, 2026

      Pembangunan Huntara Korban Banjir di Aceh Timur Ditelantarkan

      January 31, 2026
    • Hukum dan Kriminal
    • Pendidikan
      • Agama
      • Seni Budaya
      • Olahraga
    Metropesawat.com
    Home ยป Tanah Adat dan Ulayat Dirampas Pemilik HGU, Kemukiman Nurul A’la Bangkit Berjuang Kembalikan Kejayaan
    Seni Budaya

    Tanah Adat dan Ulayat Dirampas Pemilik HGU, Kemukiman Nurul A’la Bangkit Berjuang Kembalikan Kejayaan

    RedaksiNovember 11, 2025
    BAGIKAN Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Kemukiman Nurul A'La bersama Forum Pejuang Tanah Masyarakat (PERTAMAK) melaksanakan lokakarya dalam rangka memperkuat kedudukan Gampong dan Mukim Nurul A'la di Mushalla Kompleks Makam Cut Putro Nurul A'la di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis (6/11/2025).

    metropesawat.com, ACEH TIMUR – Kemukiman Nurul A’la bersama Forum Pejuang Tanah Masyarakat (PERTAMAK) melaksanakan lokakarya dalam rangka memperkuat kedudukan Gampong dan Mukim Nurul A’la di Mushalla Kompleks Makam Cut Putro Nurul A’la di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis (6/11/2025).

    Ketua TPG Gampong Seumanah Jaya, Tgk Iskandar, mengatakan lokakarya ini menghadirkan pemateri Sanusi M Syarif dari MAA Provinsi Aceh, Yayasan Rumpun Bambu Indonesia (YRBI) Aceh, MAA Aceh Timur, dan AMMK.

    Adapun pesertanya terdiri dari Imun Mukim, para Keuchik, TPG, tokoh adat, tokoh pemuda dari setiap gampong di Kemukiman Nurul A’la.

    Tujuan dari kegiatan ini, kata Tgk Iskandar, dalam rangka memperkuat adat dan pemulihan hak-hak adat masyarakat dalam kemukiman.

    Tgk Iskandar, menceritakan bahwa kondisi masyarakat di Kemukiman Nurul A’la, saat ini kehilangan kedudukan tanah adat dan ulayat sebagai warisan leluhur.

    “Kini tanah adat dan ulayat yang semestinya menjadi sumber kehidupan kita dan anak cucu kita telah hilang dirampas oleh kolonial penjajah (pemilik HGU) di Kemukiman Nurul A’la,” ungkap Tgk Iskandar.

    Semua desa dalam Kemukiman Nurul A’la, kini dikelilingi perusahaan pemilik HGU dan sudah melakukan diskriminasi terhadap hak-hak masyarakat adat.

    Satu contoh, Desa Seumanah Jaya, tanah adat dan Ulayat tempat lahirnya cikal bakal Desa Seumanah Jaya, kini berada dalam HGU PT Atakana, sehingga desa induk harus berpindah dari kedudukan awal berdirinya desa adat tersebut.

    Begitu juga historis sejarah desa lain di Kemukiman Nurul A’la, kehilangan tanah adat dan ulayat mereka karena dirampas pemilik HGU seperti, Desa Beurandang, Kliet, Alue Gunteng, Tampak, dan desa lainnya di Kecamatan Ranto Peureulak, dan Kabupaten Aceh Timur.

    Dampaknya kini, masyarakat kehilangan sumber kehidupan. “Anak cucu kita terancam tidak memiliki sumber kehidupan lagi,” ungkapnya.

    “Karena itu dengan semangat bersatu, kita berupaya melakukan reformasi untuk berbenah diri ke arah kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang,” cetusnya.

    Kondisi saat ini, lanjut Tgk Iskandar, desa desa dalam kemukiman Nurul A’la, hanya memiliki sedikit wilayah administratif karena hampir 50 persen tanah adat telah dirampas oleh perusahaan pemilik HGU.

    Apalagi kondisinya saat ini, kehadiran perusahaan pemilik HGU tidak berperikemanusiaan, mengabaikan hak-hak masyarakat, dan melakukan pelanggaran hukum.

    “Oleh karena itu kita mengadakan lokakarya ini untuk menyatukan suara dan semangat untuk berjuang agar pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur membantu mengembalikan sejarah kedudukan tanah adat dan ulayat desa seluruhnya di Aceh Timur dan Aceh umumnya. Sudah saatnya pemerintah membantu memberikan keadilan dan mengembalikan hak-hak adat masyarakat sebagaimana perintah perundang-undangan,” harapnya.(*)

    Penulis : Seni Hendri | Jurnalis metropesawat.com

    Kemukiman Nurul A'la Bangkit Berjuang Kembalikan Kejayaan Tanah Adat dan Ulayat Dirampas Pemilik HGU

    Related Posts

    Aceh Timur

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025
    Seni Budaya

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025
    Seni Budaya

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Ekonomi Bisnis

    Akhir April 2025 Harga Kakao Mulai Membaik, Rp 90 Ribu Per Kg

    April 28, 2025273 Views

    Tingkatkan Ekonomi Janda, PT Kurma Karya Global Manfaatkan Limbah Sekam Padi jadi Energi Terbarukan

    August 6, 2024148 Views

    Tebarkan Bau Busuk, Warga Minta Pemerintah Tinjau Izin Lingkungan dan AMDAL PKS di Desa Tampak

    May 6, 2025133 Views
    Seni Budaya

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 PT. METRO PESAWAT GRUP

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.