Penyebab Kematian Harus Dibuktikan, Bukan Dispekulasikan
Amir menegaskan, pihaknya tidak ingin muncul kesimpulan prematur sebelum pemeriksaan dilakukan.
Kematian gajah dapat disebabkan berbagai faktor, mulai dari penyakit, kondisi kesehatan, kecelakaan, konflik dengan manusia, kondisi habitat, hingga kemungkinan aktivitas manusia yang berdampak terhadap satwa.
Karena itu, pemeriksaan terhadap bangkai dan lokasi kejadian harus dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi.
Hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat mengetahui fakta sebenarnya dan tidak berkembang berbagai spekulasi.
“ Kalau penyebabnya alamiah, sampaikan secara terbuka. Kalau penyakit, jelaskan hasil pemeriksaannya. Kalau ada konflik dengan manusia, masyarakat harus tahu. Dan jika ditemukan pelanggaran, tentu harus diproses sesuai hukum,” tegas Amir.
PT Atakana Kompeni dan LSR Diminta Beri Penjelasan
Selain KSDA/BKSDA, Amir meminta PT Atakana Kompeni dan LSR memberikan penjelasan mengenai kondisi kawasan tempat gajah tersebut ditemukan.
Informasi mengenai aktivitas di kawasan, kondisi lingkungan, serta apakah sebelumnya pernah terjadi kemunculan atau konflik dengan gajah dinilai penting untuk membantu memberikan gambaran utuh mengenai kasus tersebut.
Menurutnya, keterbukaan seluruh pihak dibutuhkan agar persoalan kematian satwa dilindungi tidak berhenti sebagai polemik di tengah masyarakat.
Temuan gajah mati di Seumanah Jaya muncul hanya sehari setelah pemberitaan mengenai dua gajah Sumatera yang mati beruntun di Aceh.
Rentetan tersebut belum tentu memiliki hubungan sebab-akibat. Namun, secara konservasi, munculnya beberapa kasus kematian dalam periode berdekatan merupakan alasan yang cukup untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan evaluasi.
Aceh membutuhkan langkah yang lebih sistematis untuk memastikan gajah Sumatera tetap memiliki ruang hidup yang aman.
Evaluasi seharusnya mencakup kondisi kesehatan satwa, habitat, jalur jelajah, potensi konflik dengan manusia, serta pengawasan terhadap aktivitas di kawasan yang menjadi ruang hidup gajah.
Amir menilai kematian gajah di Seumanah Jaya harus menjadi momentum untuk membuka kembali pembahasan mengenai perlindungan satwa liar di Aceh.
“ Gajah mati bukan sekadar berita. Ini alarm keras untuk lingkungan dan masyarakat. Jangan tunggu gajah berikutnya mati baru dilakukan evaluasi. Usut penyebabnya, periksa kawasan secara menyeluruh, dan buka hasilnya kepada publik,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian gajah yang ditemukan di kawasan eks HGU PT Atakana Kompeni belum diketahui. Keterangan resmi dari KSDA/BKSDA mengenai hasil pemeriksaan, serta penjelasan PT Atakana Kompeni dan LSR, masih diperlukan untuk melengkapi informasi.
Editor : Jamadon
Artikel ..
- AKUBANK Nusantara Aceh Timur Raih Juara II Inovasi Produk pada International Mobility Program 2026 di Malaysia
- Dividen Bank Aceh untuk Aceh Timur Rp1,018 Miliar, Bupati Al- Farlaky Minta Kontribusi Terus Ditingkatkan
- KPA/PA Daerah I Peureulak Pilih Doa untuk Memaknai 21 Tahun Damai Aceh
- Dua Pelajar Aceh Timur Wakili Aceh di O2SN Nasional, Bupati Al-Farlaky Beri Dukungan dan Janjikan Reward
- Dosen Muda Aceh Timur Apresiasi Bank Aceh Syariah Salurkan Zakat Perusahaan Rp400 Juta melalui BMK
