metropesawat.com, ACEH TIMUR – Angka stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, mengalami penurunan selama periode Januari hingga Agustus 2026. Jika dibandingkan dengan tahun 2025, penurunannya terbilang drastis.
Plt Kepala UPTD Puskesmas Idi Rayeuk, Ida Royani, S.Keb, mengatakan pihaknya terus berupaya menekan angka stunting agar tidak kembali meningkat.
“Puskesmas selalu menekankan kepada bidan desa di wilayah Kecamatan Idi Rayeuk agar angka penurunan stunting tidak melonjak lagi,” ujar Ida Royani, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, fokus utama saat ini adalah pada ibu hamil dan balita usia di bawah 2 tahun. Kelompok ini disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein hewani seperti ikan, telur, ayam, dan daging.
“Kami sudah memberikan arahan kepada bidan desa untuk selalu memantau ibu hamil dan memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup,” lanjutnya.
Menurut Ida, secara umum pelayanan kesehatan di Puskesmas Idi Rayeuk tidak mengalami kendala. Namun ke depan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“*Terkait pelayanan tidak ada kendala selama ini, namun akan tetap ada perbaikan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Penurunan angka stunting ini diharapkan dapat terus dipertahankan melalui kerja sama antara tenaga kesehatan, bidan desa, dan masyarakat di Kecamatan Idi Rayeuk.(*)
