metropesawat.com, ACEH TIMUR –
PNS yang menjadi nasabah Bank Aceh, juga memohon kepada pemerintah dan Bank Aceh, untuk memberikan keringanan penundaan bayar kredit dimasa sulit pasca banjir bandang yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 lalu.
“Informasi yang kami peroleh, pegawai instansi pemerintah pusat yang memiliki kewajiban bayar kredit diberikan keringanan penundaan. Karena itu, kami pegawai daerah yang memiliki kredit di Bank Aceh juga memohon dibantu, diberikan keringanan/kelonggaran untuk penundaan pembayaran kredit,” ungkap salah satu PNS daerah yang memiliki kredit di Bank Aceh.
Bank Aceh, sebagai kebanggaan masyarakat Aceh, katanya, seharusnya bisa memahami kondisi psikologis dan ekonomi masyarakat Aceh, yang saat ini terpuruk pasca bencana.
“Kami (PNS) daerah dianggap masih mampu, padahal kami juga sangat kesulitan karena kerugian material dan usaha yang begitu besar, serta sumber perekonomian yang hilang, sehingga gaji sisa dari pemotongan kredit yang menjadi stimulus untuk bertahan hidup,” ungkapnya.
“Kami berharap pemerintah dan Bank Aceh mengkaji ulang kebijakan ini, kami berharap beberapa bulan ke depan ini gaji tidak dipotong kredit dan diberikan penundaan pembayaran beberapa bulan ke depan,” ungkapnya penuh harap.
Pasca musibah banjir ini, ungkapnya, semua masyarakat Aceh sedang mulai bangkit, dan menata ulang kembali sendi-sendi kehidupan dari berbagai sektor.
“Semua ini butuh modal, butuh biaya untuk bangkit dan menata ulang kembali. Oleh karena itu, kita harapkan pemerintah dan Bank Aceh, bisa merasakan kondisi batin masyarakat Aceh yang tertimpa musibah, dan memberikan motivasi program yang dapat mendorong semangat untuk bangkit kembali bersama menatap masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
(*)
