Close Menu
  • Berita Utama
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • InfoWarkop
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • MetroInovation
  • MetroInspiratif
  • MetroSport
  • MetroViral
  • Nasional
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Syiar
  • Tokoh
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
Facebook Instagram WhatsApp TikTok
Metropesawat.com
  • Home
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Pendidikan
  • MetroSport
  • Politik
Subscribe
Metropesawat.com
Home » Haji Uma Masih Koordinasi dengan KJRI Singkla & Berikan Perhatian terhadap Pemulangan Nelayan Aceh Timur, 13 Segera Pulang dan 5 Masih Jalani Proses Hukum
Nasional

Haji Uma Masih Koordinasi dengan KJRI Singkla & Berikan Perhatian terhadap Pemulangan Nelayan Aceh Timur, 13 Segera Pulang dan 5 Masih Jalani Proses Hukum

RedaksiSeptember 15, 2026
Share WhatsApp Facebook Telegram Email
Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, hingga kini masih terus membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkhla terkait proses pemulangan nelayan asal Aceh Timur yang ditahan di Thailand sejak Maret 2026.

metropesawat.com,BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, hingga kini masih terus membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkhla terkait proses pemulangan nelayan asal Aceh Timur yang ditahan di Thailand sejak Maret 2026.

Hingga Senin (14/9/2026), Haji Uma memperoleh konfirmasi bahwa sebanyak 13 nelayan telah memasuki proses persiapan pemulangan ke Indonesia. Sementara lima nelayan lainnya masih belum dapat dipulangkan dan perkembangan proses hukumnya kembali dipertanyakan kepada KJRI Songkhla.

Haji Uma menjelaskan, para nelayan tersebut berasal dari dua boat. Boat Anak Manja membawa 14 orang nelayan. Dari jumlah tersebut, satu orang telah dipulangkan pada awal penangkapan karena masih berusia di bawah umur, sehingga tersisa 13 nelayan yang kini sedang dipersiapkan untuk kembali ke Indonesia.

Sementara itu, lima nelayan lainnya berasal dari Boat Jalur Gaza. Hingga saat ini, kelima nelayan tersebut belum dapat dipulangkan dan Haji Uma masih terus meminta penjelasan serta perkembangan terbaru dari KJRI Songkhla terkait proses yang sedang mereka jalani.

Ads
Demo

Persoalan tersebut sebelumnya mendapat perhatian Haji Uma setelah dirinya menerima surat dari keluarga para nelayan yang meminta bantuan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan nasib anggota keluarga mereka selama berada di Thailand.

Menindaklanjuti surat keluarga tersebut, pada 10 Agustus 2026 Haji Uma kemudian menyurati pihak terkait untuk meminta informasi resmi mengenai kondisi para nelayan Aceh Timur yang ditangkap di wilayah Phuket, Thailand, pada 10 Maret 2026.

“Setelah kita menerima surat dari keluarga, kita langsung membangun komunikasi untuk mengetahui kondisi dan perkembangan proses hukum para nelayan tersebut. Saat itu KJRI Songkhla menyampaikan bahwa mereka tetap mendapatkan pendampingan selama menjalani proses hukum,” kata Haji Uma.

Menurut Haji Uma, setiap perkembangan yang diperoleh juga disampaikan kepada keluarga para nelayan agar mereka mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi anggota keluarganya.

Dalam dua hari terakhir, Haji Uma kembali mendapatkan konfirmasi dari KJRI Songkhla bahwa 13 nelayan dari Boat Anak Manja segera dipulangkan ke Indonesia. Namun, jadwal kepulangan masih dalam tahap koordinasi dengan Imigrasi Phuket.

“Informasi yang kita terima dari KJRI Songkhla, 13 nelayan ini sudah dalam proses untuk dipulangkan dan kemungkinan dalam pekan ini. Untuk tanggal pastinya masih dikoordinasikan dengan Imigrasi Phuket. Begitu sudah ada kepastian, tentu akan segera kita sampaikan kepada keluarga,” ujarnya.

Terkait lima nelayan dari Boat Jalur Gaza yang belum dapat dipulangkan, Haji Uma mengatakan pihaknya kembali meminta penjelasan kepada KJRI Songkhla agar status dan perkembangan proses hukum mereka juga dapat diketahui secara jelas.

“Kita juga masih mempertanyakan kembali kepada KJRI Songkhla terkait lima nelayan dari Boat Jalur Gaza yang sampai saat ini belum bisa dipulangkan. Kita ingin mendapatkan informasi yang jelas dan terus membangun komunikasi agar mereka juga mendapat perhatian serta pendampingan,” katanya.

Selain berkoordinasi dengan KJRI Songkhla, Haji Uma juga telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh terkait dukungan Pemerintah Aceh dalam proses pemulangan para nelayan, termasuk menyangkut kebutuhan pendanaan dan penjemputan.

Sesuai skema yang sedang dipersiapkan, 13 nelayan tersebut direncanakan terlebih dahulu dipulangkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Selanjutnya, Pemerintah Aceh akan membantu proses kepulangan mereka hingga kembali ke Aceh dan berkumpul bersama keluarga.

Haji Uma meminta keluarga tetap bersabar sembari komunikasi dan koordinasi terus dilakukan bersama KJRI Songkhla, Pemerintah Aceh, serta pihak terkait lainnya.

“Kita berharap keluarga tetap bersabar. Mari sama-sama berkolaborasi dengan pemerintah agar proses ini berjalan dengan baik. Harapan kita semuanya dapat pulang dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga, termasuk lima nelayan lainnya yang saat ini masih kita komunikasikan dengan KJRI Songkhla,” pungkas Haji Uma.

Editor : Jamadon

Artikel Terdahulu..

  • Perbaikan Pompa SPAM Waduk Belanda Selesai, Layanan Air PDAM Kembali Normal
  • Waspada Jebakan Positivitas Toksik, Tuntutan Selalu Bahagia Justru Rusak Kesehatan Mental
  • YARA Minta MPR Aktifkan Referendum
  • Waspada Jebakan Positivitas Toksik, Tuntutan Selalu Bahagia Justru Rusak Kesehatan Mental
  • Perbaikan Pompa SPAM Waduk Belanda Selesai, Layanan Air PDAM Kembali Normal

Banda Aceh Berita Utama

Berita Terkini

Nasional

YARA Minta MPR Aktifkan Referendum

RedaksiNovember 5, 2026
Pendidikan

Waspada Jebakan Positivitas Toksik, Tuntutan Selalu Bahagia Justru Rusak Kesehatan Mental

Iskandar IshakNovember 5, 2026
MetroSport

Tutup FEBI Fest 2026, Dekan FEBI: Semua Sebenarnya Sudah Menemukan Juara di Diri Sendiri

JamadonNovember 5, 2026
Terkini

Waspada Jebakan Positivitas Toksik, Tuntutan Selalu Bahagia Justru Rusak Kesehatan Mental

November 5, 2026

Kacabdin Aceh Timur Tunjuk Sdri. Henny Mahera Siregar Sebagai Plh Kepala SMAN 1 Simpang Ulim.

October 25, 2026

VIRAL! ADA APA SEBENARNYA DENGAN SMAN 1 SIMPANG ULIM? Pohon Ikonik Ditebang, Alumni Kecewa, Siswa Protes

October 25, 2026
Medsos MetroPesawat
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Demo
Ekonomi Bisnis

Waspada Jebakan Positivitas Toksik, Tuntutan Selalu Bahagia Justru Rusak Kesehatan Mental

November 5, 2026

Kacabdin Aceh Timur Tunjuk Sdri. Henny Mahera Siregar Sebagai Plh Kepala SMAN 1 Simpang Ulim.

October 25, 2026

VIRAL! ADA APA SEBENARNYA DENGAN SMAN 1 SIMPANG ULIM? Pohon Ikonik Ditebang, Alumni Kecewa, Siswa Protes

October 25, 2026
Seni Budaya

Tumbuhkan Semangat Kebersamaan, Pegawai Kantor Camat Peudawa Gelar Gotong Royong Bersama

October 29, 2026

MPC Pemuda Pancasila Aceh Timur Ikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98

October 28, 2026

Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

December 31, 2025
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Tentang Kami
  • Redaksi Dan Manajemen
© 2020 PT. Media Pesawat Group

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.