Metropesawat.com,ACEH TIMUR – Kondisi ruas jalan penghubung Kecamatan Idi Rayeuk, Idi Tunong hingga Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, semakin memprihatinkan. Jalan yang membentang kurang lebih 10 kilometer itu mengalami kerusakan di sejumlah titik dan dikeluhkan masyarakat karena menghambat mobilitas warga.’ Jum’at 14/8/26.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan badan jalan terjadi mulai dari kawasan Keude Blang dan Meunasah Puuk, Kecamatan Idi Rayeuk, hingga memasuki wilayah Kecamatan Idi Tunong.
Kerusakan terparah terlihat di kawasan Desa Keumuneng hingga Uram Jalan, Kecamatan Banda Alam. Sejumlah bagian badan jalan dipenuhi lubang berukuran cukup besar yang semakin sulit dilalui ketika hujan turun.
Memasuki musim penghujan, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan yang dipenuhi air. Kondisi ini membuat pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat harus mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
Salah seorang pengguna jalan, Irfan, mengaku kondisi tersebut sangat menyulitkan masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas jalan tersebut, terutama warga yang hendak menuju pusat kota.
“ Lage nyan kamo that kewalahan ka bak meujak u kota,” ujar Irfan.
Dalam bahasa Indonesia, pernyataan tersebut berarti, “Begini lah, kami sangat kewalahan kalau mau pergi ke kota.”
Menurut Irfan, masyarakat tidak berharap banyak selain adanya perhatian dan tindakan nyata pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang telah lama mengalami kerusakan.
“Harapannya, semoga segera diperbaiki,” katanya.
Kerusakan jalan tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air juga menyulitkan pengendara memperkirakan kedalaman lubang.
Warga berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Aceh Timur di bawah kepemimpinan Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky. Mereka meminta pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi memastikan adanya solusi permanen terhadap kerusakan ruas jalan tersebut.
Bagi masyarakat di kawasan tersebut, keberadaan jalan yang layak merupakan kebutuhan mendasar karena menjadi akses penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas sehari-hari menuju pusat kecamatan dan kota.
“Mohon Pak Bupati bantu perbaiki jalan kami ini,” harap salah seorang pengguna jalan.
Masyarakat juga berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait status kewenangan ruas jalan tersebut, rencana penanganan, serta waktu pelaksanaan perbaikan agar keluhan warga tidak terus berulang setiap tahun.
Editor : Jamadon
Artikel ..
- Jalan Penghubung Tiga Kecamatan di Aceh Timur Rusak Parah, Warga : Kami Kewalahan ke Kota
- Gajah Kembali Ditemukan Mati di Aceh Timur, Rentetan Kematian Satwa Dilindungi Jadi Alarm Serius
- Dandim 0104/Atim Hadiri Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 81 Meter di Aceh Timur, Momentum Perkuat Nasionalisme dan Kebersamaan
- IAIN Langsa Lepas Peserta Konferensi Internasional, Warek I Tawarkan Gagasan Terbaik
- Kebakaran Hanguskan 1 Rumah dan 3 Dapur Minyak di Ranto Peureulak, Aceh Timur
