metropesawat.com, ACEH TIMUR – Tak lama lagi perhelatan Akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-39 tingkat kabupaten akan segera bergulir di kecamatan wilayah barat Aceh Timur, yakni kecamatan Simpang Ulim.
Jadwalnya diperkirakan tanggal akhir November 2026. Even dua tahunan ini tentunya disambut baik dan antusias masyarakat kecamatan sebagai tuan rumah.
Namun sejauh ini belum ada embel-embel eforia dan tanda kesemarakan akan dilaksanakannya even ajang seleksi qori-qoriah menuju tingkat provinsi Aceh itu.
Ternyata, berdasarkan informasi yang diperoleh di warung kopi. Meredupnya, eforia dan semangat merayakan penyambutan even tingkat kabupaten itu, disebabkan pihak kecamatan bukanlah panitia pelaksana penuh acara tersebut.
“Kapasitas kecamatan hanya menyediakan tempat saja dan lokasi pemondokan kafilah. Setelah itu diserahkan kepada Dinas Syariat Islam, dan pelaksana penuh acara ini adalah pihak ketiga dari Banda Aceh,” ungkap tokoh masyarakat Simpang Ulim, kepada awak media, Selasa (27/10/2026).
Pihak kecamatan, ungkap sumber tersebut, menyatakan siap penuh menyukseskan even dua tahunan tersebut tapi tidak didukung pendanaan sebagai tuan rumah.
“Even MTQ ini menyerap anggaran mencapai Rp 2,1 miliar. Tapi, even organizer nya pihak ketiga,” cetusnya.
Sebagai kecamatan tuan rumah, ungkapnya, Simpang Ulim dirugikan dalam pelaksanaan event MTQ ini.
” Simpang Ulim dirugikan jadi tuan rumah karena tidak ada kontribusinya. Tidak ada aset yang ditinggalkan pasca MTQ nantinya. Pasca even selesai, maka pihak EO langsung pergi, dan tidak ada cendera mata maupun ikon yang ditinggalkan dari MTQ tersebut,” ungkapnya.
Harapan masyarakat Simpang Ulim, di kecamatan manapun sebagai tuan rumah pelaksanaan even MTQ diharapkan mampu mewujudkan multiplier effect baik secara ekonomi, maupun fasilitas yang ditinggalkan bagi kecamatan setempat.
“Sehingga bisa menjadi ikon kebanggaan masyarakat bahwa kecamatan setempat pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan even MTQ,” ungkapnya.
Karena tuan rumah tidak didukung pendanaan yang memadai untuk pelaksanaan even ini, sehingga geliat semarak menyambut even kabupaten itu belum ada tanda-tanda.
“Rencananya even MTQ tersebut dilaksanakan di komplek masjid raya Kecamatan Simpang Ulim (Masjid Baitul Karim). Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda kesemarakan menyambut even tersebut,” cetusnya.
Jika pelaksanaan even ini dilaksanakan penuh oleh pihak kecamatan, ungkap tokoh Simpang Ulim tersebut, tentunya akan menimbulkan multiplier effect bagi masyarakat setempat, menyerap lapangan pekerjaan, vendor-vendor lokal, dan yang paling penting nantinya pasca even selesai ada fasilitas dan ikon yang ditinggalkan untuk kecamatan tuan rumah.(*)
