Metropesawat.com,ACEH TIMUR – Dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi kembali mencuat di Kabupaten Aceh Timur. Sebanyak 15 ton solar diduga ditimbun di kawasan perkantoran Desa Alue Kaul, Kecamatan Rantau Selamat — wilayah hukum Langsa –yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas operasional PT Citra Ganda Utama (CGU).
Temuan tersebut terungkap pada Senin (10/8/2026), saat massa yang mengatasnamakan masyarakat adat melakukan aksi demonstrasi di kawasan lahan perkebunan yang mereka klaim sebagai tanah adat dan ulayat. Informasi mengenai dugaan penimbunan solar itu menambah panjang sorotan terhadap aktivitas PT CGU di wilayah Alue Kaul.
Sebelumnya, perusahaan tersebut juga mendapat penolakan dari masyarakat yang mempersoalkan keberadaan dan aktivitas perusahaan di atas lahan yang mereka klaim sebagai tanah adat.
Dugaan penimbunan BBM subsidi menjadi perhatian serius karena terjadi di tengah kelangkaan solar subsidi yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha di sejumlah wilayah Aceh Timur.
Solar yang diduga ditimbun tersebut disebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional alat berat yang bekerja di kawasan perkebunan.
Sejumlah pihak menduga pasokan solar tersebut diperoleh dari beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Aceh Timur. Namun, asal-usul, mekanisme pembelian, jumlah pasokan, serta pihak yang memasok BBM tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.Baca juga: Masyarakat Demo PT CGU Terkait Penyerobotan Lahan
Jika benar solar subsidi dalam jumlah besar ditimbun dan dialihkan untuk kepentingan operasional perusahaan, persoalan tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan distribusi BBM subsidi dan dugaan penyalahgunaan peruntukannya.
Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, keberadaan tumpukan BBM tersebut telah diketahui dan disaksikan oleh aparat keamanan yang berada di lokasi.
Lanjut selanjutnya…
