metropesawat.com,BANDA ACEH — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu akademik dan tata kelola melalui Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan sepanjang September 2026.
Kegiatan yang dikoordinasikan Pusat Penjaminan Mutu (P2M) STAI Nusantara tersebut menyasar empat program studi, pimpinan perguruan tinggi, serta sejumlah unit kerja pendukung.
Tahap awal audit dilaksanakan pada 9 September 2026 di Aula STAI Nusantara dengan menyasar pimpinan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Tata Negara (HTN), dan Ekonomi Syariah (ES).
Audit kemudian dilanjutkan pada 24–26 September 2026 terhadap unsur pimpinan dan unit kerja, meliputi Ketua STAI Nusantara, Rumoh Jurnal, P3M, Wakil Ketua I, Bagian Akademik, Bagian Operator, Wakil Ketua II, Program Studi S2 Studi Islam, serta Bagian IT.
Proses audit dilakukan oleh Azuwardi, S.H., M.E. dan Rizqa Febry Ayu, S.H., M.H. dengan mengedepankan dialog, pemeriksaan bukti, serta identifikasi ruang perbaikan.
Ketua P2M STAI Nusantara, Azuwardi, S.H., M.E., mengatakan AMI bukan sekadar pemeriksaan administratif, tetapi menjadi instrumen evaluasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai standar sekaligus mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan.
“AMI merupakan bagian dari proses evaluasi dan peningkatan mutu. Hasil audit diharapkan dapat menjadi dasar bagi setiap program studi dan unit kerja untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris P2M STAI Nusantara, Rizqa Febry Ayu, S.H., M.H., menyampaikan bahwa hasil audit akan menjadi bahan tindak lanjut bagi program studi dan unit kerja dalam memperkuat pelaksanaan standar pendidikan tinggi dan tata kelola kelembagaan.
Pelaksanaan AMI tersebut merupakan bagian dari siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Melalui kegiatan ini, STAI Nusantara mendorong agar hasil audit tidak berhenti pada evaluasi, tetapi ditindaklanjuti melalui perbaikan yang terukur. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu dan continuous quality improvement dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola perguruan tinggi.
Editor : Jamadon
- Plt Kepala Puskesmas Idi Rayeuk Jenguk Korban Rumah Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang
- Fokus Penguatan Posyandu, Plt Kadinkes Aceh Timur Buka Orientasi bagi Nakes
- Diduga Terkait Konflik HGU, Bangunan dan Alat Berat di Kawasan PT Bumi Flora Terbakar
- STAI Nusantara Perkuat Budaya Mutu, Audit Internal Sasar Prodi hingga Unit Kerja
- Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Ajak Warga Waspadai Hoaks dan Narkoba
