metropesawat.com, MEULABOH – Untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat khusunya para janda korban konflik, PT Kurma Karya Global berdayakan pemanfaatan limbah sekam padi dan serbuk gergaji kilang kayu, Selasa (6/8/24).
Pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat ini PT Kurma Karya Gobal bekerjasama dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) untuk melakukan co-firing di PLTU Nagan Raya 1 & 2 Aceh.
Direktur PT Kurma Karya Global Muzakir, yang juga Dosen di Universitas Teuku Umar Meulaboh mengatakan, limbah sekam dan serbuk gergaji dimanfaatkan sebagai bahan pembakaran PLTU.
“Dulunya sekam dan serbuk gergaji terbuang begitu saja, sekarang sudah bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku penghasil energi terbarukan atau biomassa dan memiliki nilai jual,” kata Muzakir.
Menurutnya, saat ini PT Kurma Karya Global telah memperkerjakan 50 orang sebagai pengumpul sekam dan serbuk gergaji termasuk janda korban konflik, mantan kombatan serta mantan pasukan Ineung Bale.
Baca juga :
- Piket Pawas Polres Aceh Timur Razia Ruang Tahanan, 37 Tahanan Diperiksa
- Laju Deforestasi SM Rawa Singkil Naik 274 Persen, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Desak Penegakan Hukum
- Plt Kepala Puskesmas Idi Rayeuk Jenguk Korban Rumah Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang
- Fokus Penguatan Posyandu, Plt Kadinkes Aceh Timur Buka Orientasi bagi Nakes
- Diduga Terkait Konflik HGU, Bangunan dan Alat Berat di Kawasan PT Bumi Flora Terbakar
Dijelaskan Muzakir, dari jumlah 50 orang perkerja tersebut dibagi untuk pengumpul sekam 24 orang dengan pendapatan rata-rata Rp.150.000 perhari dan masa kerja 15 hari dalam 1 bulan.
Sedangkan pengumpul sawdust (serbuk gergaji) tertampung tenaga kerja 30 dengan penghasilan Rp 150.000 perhari dan masa kerja hanya 10 hari dalam 1 bulan.
Halaman selanjutnya >>
