Close Menu
  • Berita Utama
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • InfoWarkop
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • MetroInovation
  • MetroInspiratif
  • MetroSport
  • MetroViral
  • Nasional
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Syiar
  • Tokoh
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
Facebook Instagram WhatsApp TikTok
Metropesawat.com
  • Home
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Pendidikan
  • MetroSport
  • Politik
Subscribe
Metropesawat.com
Home » Dituding Pimpin Disdik dengan Gaya Otoriter, Ini Respon Kadisdik Atim Bustami
Daerah

Dituding Pimpin Disdik dengan Gaya Otoriter, Ini Respon Kadisdik Atim Bustami

RedaksiJuly 30, 2025
Share WhatsApp Facebook Telegram Email
Kantor Disdikbud Aceh Timur.

metropesawat.com, ACEH TIMUR —
Angin perubahan yang diharapkan dari reformasi birokrasi pendidikan di Aceh Timur kini berbalik arah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang seharusnya menjadi jantung kemajuan intelektual daerah justru tersandera oleh gaya kepemimpinan otoriter. Bustami, Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdikbud Aceh Timur, disebut-sebut telah menjalankan kekuasaannya layaknya seorang diktator. Satu arah, satu suara, tanpa ruang kritik.

Belum genap setengah tahun menjabat, gelombang ketidakpuasan mulai membanjiri ruang-ruang diskusi ASN, aktivis, hingga para jurnalis. Bustami dituding menggunakan jabatan sebagai alat kekuasaan pribadi, bukan pelayanan publik. Kasus pemindahan sepihak terhadap seorang ASN berinisial MW menjadi bukti nyata dari wajah kediktatoran yang kini membayangi Disdikbud.

MW adalah sosok ASN yang dikenal aktif dan vokal. Ia mempertanyakan keberadaan seorang pegawai yang mangkir kerja selama hampir dua tahun. Namun bukannya mendapat dukungan untuk menegakkan kedisiplinan, MW justru dihadiahi mutasi ke Kecamatan Sungai Raya. Sementara sang pegawai ‘hantu’ yang dua tahun tak berkantor tetap duduk manis di posisi lama—tanpa sanksi, tanpa teguran, tanpa rasa malu.

Sumber internal menyebut bahwa oknum yang mangkir itu merupakan ‘orang dalam’ Bustami. Jika benar, maka yang terjadi bukan lagi pelanggaran birokrasi, melainkan nepotisme terang-terangan. Disdikbud telah berubah dari lembaga pendidikan menjadi panggung sandiwara kuasa, tempat kesetiaan dibayar mahal dan kejujuran dibuang ke parit.

Ads
Demo

“Ini pembusukan dari dalam. Siapa yang berani bersuara, langsung dicap musuh,” ujar salah satu ASN senior yang kami temui, dengan wajah penuh cemas. Ia meminta namanya dirahasiakan, karena ia tahu: suara kebenaran di lingkungan Disdikbud saat ini bisa menjadi tiket cepat menuju pembuangan birokrasi.

Bustami pun disebut alergi terhadap wartawan. Konfirmasi yang dikirimkan berkali-kali oleh media ini tak pernah dijawab. Telepon tak diangkat, pesan tak dibalas. Jangankan memberi klarifikasi, menyapa pun tidak. Bagi Bustami, tampaknya media adalah musuh yang wajib dihindari. Lalu untuk siapa ia bekerja jika bukan untuk rakyat yang ingin tahu kebenaran?

Sikap anti-transparansi ini menambah panjang daftar kebobrokan moral birokrasi pendidikan Aceh Timur. Media sebagai pilar demokrasi dianggap gangguan, bukan mitra. ASN yang kritis dicurigai, bukan diapresiasi. Rakyat yang bertanya dianggap lancang. Ini bukan hanya kediktatoran administratif—ini adalah upaya pembungkaman secara sistemik.

Yang lebih menyedihkan, gaya otoriter Bustami justru seolah tak tersentuh. Banyak pihak meyakini bahwa kedekatannya dengan Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menjadi tameng yang ampuh. Sebuah relasi yang jika tak segera diluruskan, bisa menjadi racun bagi reputasi Pemerintahan Aceh Timur yang baru tumbuh mekar.

Padahal publik menaruh harapan besar kepada Iskandar. Putra Peureulak ini dikenal cerdas, muda, dan progresif. Langkah-langkah efisiensinya di bidang anggaran dan pembangunan menuai banyak pujian. Tapi satu titik hitam di lingkaran dalam bisa menjadi noda yang merusak segalanya.

Baca halaman berikutnya >>>>

1 2 3
Berita pendidikan Aceh Timur Kadisdik Aceh Timur Bustami

Berita Terkini

Daerah

Antisipasi Banjir Akhir Tahun, Keuchik Minta BPBD dan Dinsos Aceh Timur Siapkan Lumbung Sembako Darurat di Setiap Kecamatan

JamadonOctober 15, 2026
Daerah

Polres Aceh Timur Siap Siaga Amankan Wacana Aksi Demo Terkait HGU Besok

Seni HendriOctober 7, 2026
Daerah

Cabai Merah Tembus Rp80 Ribu di Pasar Idi, Dagkop UKM Aceh Timur Ungkap Penyebab Kenaikan

RedaksiOctober 7, 2026
Terkini

Tokoh Masyarakat Gayo Rahmadsyah: Bupati Aceh Timur Perlu Reformasi semua HGU yang Diterbitkan tahun 1990 an

October 8, 2026

Bupati Aceh Timur Terima Audiensi Petani, Bentuk Tim Bersama Selesaikan Sengketa HGU

October 8, 2026

Viral! Kayu Tabungan Nenek Diduga Hilang, Muncul Klaim Video Diminta Dihapus: “Katanya Berat Lawan

October 4, 2026
Medsos MetroPesawat
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Demo
Ekonomi Bisnis

Tokoh Masyarakat Gayo Rahmadsyah: Bupati Aceh Timur Perlu Reformasi semua HGU yang Diterbitkan tahun 1990 an

October 8, 2026

Bupati Aceh Timur Terima Audiensi Petani, Bentuk Tim Bersama Selesaikan Sengketa HGU

October 8, 2026

Viral! Kayu Tabungan Nenek Diduga Hilang, Muncul Klaim Video Diminta Dihapus: “Katanya Berat Lawan

October 4, 2026
Seni Budaya

Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

December 31, 2025

Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

December 31, 2025

Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

November 21, 2025
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Tentang Kami
  • Redaksi Dan Manajemen
© 2020 PT. Media Pesawat Group

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.