Close Menu
  • Berita Utama
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • InfoWarkop
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • MetroInovation
  • MetroInspiratif
  • MetroSport
  • MetroViral
  • Nasional
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Syiar
  • Tokoh
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metropesawat.com
  • Home
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Pendidikan
  • MetroSport
  • Politik
Subscribe
Metropesawat.com
Home » Gajah Kembali Ditemukan Mati di Aceh Timur, Rentetan Kematian Satwa Dilindungi Jadi Alarm Serius » Page 3
Berita Utama

Gajah Kembali Ditemukan Mati di Aceh Timur, Rentetan Kematian Satwa Dilindungi Jadi Alarm Serius

JamadonAugust 14, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Email
Kematian seekor gajah kembali ditemukan di Aceh. Kali ini, satwa dilindungi tersebut ditemukan mati di kawasan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Atakana Kompeni, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (14/8/2026).

Penyebab Kematian Harus Dibuktikan, Bukan Dispekulasikan

Amir menegaskan, pihaknya tidak ingin muncul kesimpulan prematur sebelum pemeriksaan dilakukan.

Kematian gajah dapat disebabkan berbagai faktor, mulai dari penyakit, kondisi kesehatan, kecelakaan, konflik dengan manusia, kondisi habitat, hingga kemungkinan aktivitas manusia yang berdampak terhadap satwa.

Karena itu, pemeriksaan terhadap bangkai dan lokasi kejadian harus dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi.

Ads
Demo

Hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat mengetahui fakta sebenarnya dan tidak berkembang berbagai spekulasi.

“ Kalau penyebabnya alamiah, sampaikan secara terbuka. Kalau penyakit, jelaskan hasil pemeriksaannya. Kalau ada konflik dengan manusia, masyarakat harus tahu. Dan jika ditemukan pelanggaran, tentu harus diproses sesuai hukum,” tegas Amir.

PT Atakana Kompeni dan LSR Diminta Beri Penjelasan

Selain KSDA/BKSDA, Amir meminta PT Atakana Kompeni dan LSR memberikan penjelasan mengenai kondisi kawasan tempat gajah tersebut ditemukan.

Informasi mengenai aktivitas di kawasan, kondisi lingkungan, serta apakah sebelumnya pernah terjadi kemunculan atau konflik dengan gajah dinilai penting untuk membantu memberikan gambaran utuh mengenai kasus tersebut.

Menurutnya, keterbukaan seluruh pihak dibutuhkan agar persoalan kematian satwa dilindungi tidak berhenti sebagai polemik di tengah masyarakat.

Temuan gajah mati di Seumanah Jaya muncul hanya sehari setelah pemberitaan mengenai dua gajah Sumatera yang mati beruntun di Aceh.

Rentetan tersebut belum tentu memiliki hubungan sebab-akibat. Namun, secara konservasi, munculnya beberapa kasus kematian dalam periode berdekatan merupakan alasan yang cukup untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan evaluasi.

Aceh membutuhkan langkah yang lebih sistematis untuk memastikan gajah Sumatera tetap memiliki ruang hidup yang aman.

Evaluasi seharusnya mencakup kondisi kesehatan satwa, habitat, jalur jelajah, potensi konflik dengan manusia, serta pengawasan terhadap aktivitas di kawasan yang menjadi ruang hidup gajah.

Amir menilai kematian gajah di Seumanah Jaya harus menjadi momentum untuk membuka kembali pembahasan mengenai perlindungan satwa liar di Aceh.

“ Gajah mati bukan sekadar berita. Ini alarm keras untuk lingkungan dan masyarakat. Jangan tunggu gajah berikutnya mati baru dilakukan evaluasi. Usut penyebabnya, periksa kawasan secara menyeluruh, dan buka hasilnya kepada publik,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian gajah yang ditemukan di kawasan eks HGU PT Atakana Kompeni belum diketahui. Keterangan resmi dari KSDA/BKSDA mengenai hasil pemeriksaan, serta penjelasan PT Atakana Kompeni dan LSR, masih diperlukan untuk melengkapi informasi. 

Editor : Jamadon 

Artikel ..

  • Viral! Kayu Tabungan Nenek Diduga Hilang, Muncul Klaim Video Diminta Dihapus: “Katanya Berat Lawan
  • Punya Dana Rp300 Jutaan? Jangan Salah Pilih, Ini Daftar Mobil Barunya
  • Bayi Perempuan 1 Tahun Meninggal Tak Wajar di Cakung, Ayah Tiri Sempat Mengelak
  • Malam Ini, Kapolri Suyudi Lantik 27 Pejabat Polri Termasuk 19 Kapolda
  • Soroti Yayasan Minta Setoran Rp2.000 per Porsi dari Mitra MBG

1 2 3
Berita Utama Gajah Kembali Ditemukan Mati di Aceh Timur Gajahmati Rentetan Kematian Satwa Dilindungi Jadi Alarm Serius

Berita Terkini

MetroInovation

Punya Dana Rp300 Jutaan? Jangan Salah Pilih, Ini Daftar Mobil Barunya

RedaksiOctober 3, 2026
Berita Utama

Malam Ini, Kapolri Suyudi Lantik 27 Pejabat Polri Termasuk 19 Kapolda

RedaksiOctober 3, 2026
Nasional

Soroti Yayasan Minta Setoran Rp2.000 per Porsi dari Mitra MBG

RedaksiOctober 3, 2026
Terkini

Viral! Kayu Tabungan Nenek Diduga Hilang, Muncul Klaim Video Diminta Dihapus: “Katanya Berat Lawan

October 4, 202656 Views

VIRAL! Air Mata Ibu Ucok Pecah! Kayu Tabungan Bangun Rumah Diduga Hilang, Polisi Turun Tangan

October 3, 202650 Views

Tiga Dekade Menunggu Tanah Leluhur: Seumanah di Persimpangan Sejarah

October 3, 202634 Views
Medsos MetroPesawat
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Demo
Ekonomi Bisnis

Petani dan Agen Komplain, Harga TBS Sawit di Peunaron Anjlok

April 26, 202411 Views

Kebun Karang Inong KSO Tegaskan Komitmen Patuh Terhadap Regulasi dan Berkontribusi bagi Daerah

August 4, 20265 Views

Produk Anyaman Aceh Timur Raih Juara Pertama INACRAFT Award 2025 di Jakarta

February 8, 20253 Views
Seni Budaya

Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

December 31, 2025

Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

December 31, 2025

Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

November 21, 2025
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Tentang Kami
  • Redaksi Dan Manajemen
© 2020 PT. Media Pesawat Group

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.