Metropesawat.com,Aceh Timur – Kondisi jalan di Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, menjadi perhatian serius Anggota DPRK Aceh Timur dari Partai NasDem, Johar Fahlani.
Bukan sekadar persoalan akses transportasi warga, kondisi jalan tersebut dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan pendidikan. Pasalnya, terdapat sekitar sembilan rumah sekolah yang aktivitasnya menggunakan akses jalan tersebut.
Johar meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tidak mengabaikan kondisi infrastruktur tersebut dan mendorong agar jalan Gampong Jalan dapat segera mendapat penanganan, termasuk melalui pengaspalan.
“Yang kita perjuangkan adalah jalan di Gampong Jalan. Di sana ada sembilan rumah sekolah yang harus kita perhatikan. Jangan sampai anak-anak sekolah setiap hari harus melewati jalan yang kondisinya rusak parah,” kata Johar saat menyampaikan aspirasi, Jumat (25/9/2026).
Aspirasi itu disampaikan Johar saat menjumpai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Timur dalam agenda sidang paripurna DPRK Aceh Timur.
Jangan Biarkan Akses Pendidikan dalam Kondisi Rusak
Johar menilai persoalan jalan tersebut perlu dilihat lebih jauh. Ketika sebuah akses digunakan untuk menunjang aktivitas pendidikan, maka kondisi infrastruktur menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mudah dijangkau.
Kerusakan jalan tidak hanya berdampak terhadap masyarakat umum, tetapi juga berpotensi menyulitkan siswa dan tenaga pendidik yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Karena itu, Johar mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan memasukkan kebutuhan perbaikan jalan tersebut dalam prioritas pembangunan sesuai kemampuan anggaran daerah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan memberikan manfaat langsung, termasuk memastikan akses menuju fasilitas pendidikan berada dalam kondisi layak.
DPRK Dorong Pemerintah Tidak Sekadar Mendengar Aspirasi
Penyampaian aspirasi dalam forum paripurna, menurut Johar, harus berujung pada tindak lanjut. Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya menerima laporan mengenai kondisi jalan, tetapi juga mengambil langkah konkret setelah dilakukan kajian teknis.
“Harapan kita ini bisa ditindaklanjuti. Kita berbicara tentang akses masyarakat dan pendidikan. Kalau jalannya rusak, tentu yang merasakan dampaknya bukan hanya orang tua, tetapi anak-anak sekolah yang setiap hari melewatinya,” ujarnya.
Keberadaan sekitar sembilan rumah sekolah di kawasan Gampong Jalan menjadi alasan kuat bagi Johar untuk terus mendorong perhatian pemerintah terhadap akses tersebut.
Kini, masyarakat menunggu sejauh mana aspirasi yang disampaikan di forum resmi DPRK Aceh Timur itu dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan pekerjaan nyata di lapangan.
Bagi warga, jalan bukan sekadar hamparan aspal. Jalan adalah akses menuju sekolah, menuju aktivitas ekonomi, dan menuju pelayanan dasar. Ketika akses tersebut rusak, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan perjalanan, tetapi juga kelancaran aktivitas masyarakat dan pendidikan.
Artikel Terdahulu…
- Sembilan Sekolah Menanti Jalan Layak, Johar Fahlani Desak Pemkab Aceh Timur Aspal Gampong Jalan
- Didukung Perantau dari Negeri Jiran, Peringatan Maulid Nabi di Desa Alue Gadeng Berlangsung Mewah dan Meriah
- Ratusan Petani Aceh Timur Duduki Pendopo, Tuntut Bupati Tuntaskan Sengketa HGU
- Ribuan Petani Aceh Timur Demo, Minta Kembalikan “Tanah Adat” dan Tidak Perpanjang HGU
- Besok, 3.000 Petani Aceh Timur Akan Gelar Aksi Damai Tagih Penyelesaian Konflik Agraria
