metropesawat.com, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti laporan adanya pungutan setoran yang diminta yayasan kepada mitra dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nilai setoran yang dilaporkan mencapai Rp1.500 hingga Rp2.000 untuk setiap porsi.
Menurut Sudaryono selaku kepala BGN, pungutan tersebut berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
Ia menilai pemotongan dana yang diterima mitra dapat membuat kualitas menu ikut dikurangi.
“Ada mitra, dia dipotong Rp1.500, ada yang dipotong Rp2.000, bayangkan! Yang terjadi adalah karena dipotong, dia makan menunya itu dikurangi kualitasnya. Ini tidak boleh lagi terjadi,” tegas Sudaryono dalam keterangan resminya dikutip Sabtu, (3/10/2026).
Ia memastikan proses perbaikan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG akan terus dilakukan.
Langkah tersebut diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dalam penyelenggaraan program.
BGN juga mendorong seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Pengawasan diperlukan agar dana yang tersedia dapat digunakan sesuai kebutuhan penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
Laporan mengenai pungutan tersebut menjadi perhatian karena adanya potongan kepada mitra berpotensi berdampak pada biaya penyediaan makanan.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi menu maupun bahan yang digunakan dalam program MBG.
BGN menyatakan evaluasi akan terus dilakukan terhadap berbagai persoalan yang ditemukan dalam pelaksanaan program, termasuk laporan mengenai pungutan kepada mitra.
Sumber: keterangan pers
Editor : Jamadon
Artikel Terdahulu..
- Punya Dana Rp300 Jutaan? Jangan Salah Pilih, Ini Daftar Mobil Barunya
- Bayi Perempuan 1 Tahun Meninggal Tak Wajar di Cakung, Ayah Tiri Sempat Mengelak
- Malam Ini, Kapolri Suyudi Lantik 27 Pejabat Polri Termasuk 19 Kapolda
- Soroti Yayasan Minta Setoran Rp2.000 per Porsi dari Mitra MBG
- Tiga Dekade Menunggu Tanah Leluhur: Seumanah di Persimpangan Sejarah
