Close Menu
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah

      Panglima Simpang Ulim Siap Semarakkan dan Sukseskan MTQ ke-39 Aceh Timur

      September 21, 2026

      Debit Air Sungai Lokop Meningkat, Warga Di hilir Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

      September 10, 2026

      Pasca Dilantik, Bupati Minta Baitul Mal Aceh Timur Segera Salurkan Bantuan kepada Mustahik

      September 9, 2026

      LAZISMU Dukung Posbakum Aisyiyah Aceh Untuk Layanan Mobile

      September 5, 2026

      Fantastis Hotel Royal Idi Beli Miniatur Kapal Karya Napi Lapas Idi Belasan Juta Rupiah

      September 3, 2026
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Seni Budaya
    • Agama
    • Politik
    Metropesawat.com
    Home ยป Berikan Biaya Makan Pendamping Pasien atas dasar Kemanusiaan, Haji Uma Ungkap Anak Korban Putus Tangan Menangis Laporkan Kondisi Ayahnya dan Sebut Oknum Polisi
    Daerah

    Berikan Biaya Makan Pendamping Pasien atas dasar Kemanusiaan, Haji Uma Ungkap Anak Korban Putus Tangan Menangis Laporkan Kondisi Ayahnya dan Sebut Oknum Polisi

    JamadonJune 18, 2026
    BAGIKAN Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Foto : Anggota Komisi I DPD RI asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma

    Laporan : Jamadon | reporter metropesawat.com

    Metropesawat.com,Banda Aceh | Anggota Komisi I DPD RI asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma menyebutkan jika bantuan biaya terhadap keluarga korban putus tangan di Kabupaten Aceh Besar didasari atas kemanusiaan dan keprihatinan untuk keluarga yang mendampingi korban di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

    Bantuan berupa biaya makan pendamping orang sakit kerap dibantu Haji Uma untuk pasien kurang mampu sejak mulai menjabat tahun 2014 hingga sekarang

    Terhadap korban putus tangan, Haji Uma juga mengungkapkan jika kepedulian dan bantuannya bagi keluarga pendamping korban berawal dari laporan langsung anak korban yang menangis dan menyebutkan jika tangan ayahnya dipotong karena tuduhan mencuri yang menurut mereka belum terbuktikan. Anak korban menyebut dugaan pelaku merupakan oknum perwira polisi.

    Atas dasar laporan dari keluarga tersebut, Haji Uma kemudian menugaskan stafnya berkunjung ke RSUDZA Banda Aceh untuk bertemu dengan pihak keluarga dan menyerahkan bantuan biaya makan bagi pendampingan korban.

    “Bantuan biaya untuk keluarga korban adalah bentuk keprihatian atas dasar kemanusiaan. Paska kejadian kita menerima laporan dari anak korban yang memohon sembari menangis, menyebut jika ayahnya dipotong tangan atas tuduhan mencuri yang belum dapat terbuktikan serta dugaan oknum perwira polisi sebagai pelaku”, ujar Haji Uma, Kamis (18/6/2026).

    Haji Uma melanjutkan, sikapnya terhadap kasus ini tidak bermaksud ingin membela korban yang dituduh melakukan pencurian. Namun dalam hal ini, penting untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah, sebelum adanya proses hukum yang sah.

    “Sikap saya dalam kasus ini bukan karena ingin membela yang dituduh salah dalam narasi yang berkembang. Tapi karena mengedepankan asas praduga tak bersalah dan biarkan proses hukum yang membuktikan”, ungkapnya.

    Karena itu, menurutnya kasus ini harus diusut tuntas dan transparan serta berkeadilan untuk semua pihak. Dirinya menegaskan bahwa tidak berpihak sama sekali kepada siapapun, kecuali pada kebenaran serta keadilan. Siapapun yang bersalah wajib dihukum dan keadilan mutlak harus ditegakkan.

    “Karena itu, kasus ini perlu untuk diusut secara objektif dan transparan oleh Polda Aceh serta mengungkapkan kebenaran dan berkeadilan agar tidak menjadi spekulasi diranah publik”, pungkas Haji Uma.

    Menurut Haji Uma, pihak keluarga menolak sama sekali tuduhan pencurian tersebut. Anak korban, Riva Novianty (20) menyebutkan bahwa ayah dan temannya pada saat kejadian hendak menuju kolam ikan milik saudaranya dengan membawa pisau dan tanggok ikan untuk logistik keperluan menangkap ikan.

    Saat itulah, teman ayahnya memetik dua buah mangga yang kemudian diteriaki maling. Dua teman ayahnya melarikan diri, sementara Bahtiar tidak dapat melarikan diri karena kakinya sakit hingga dirinya dikepung sejumlah warga setelah adanya teriakan maling. Karena ayahnya merasa tidak bersalah, lalu pisau dapur yang dibawanya diacungkan untuk membela diri.

    Warga yang mengepung kemudian menyuruh agar pisau tersebut dibuang. Pisau itu akhirnya dibuang ayahnya dan mengangkat tangannya keatas, lalu salah seorang warga menendangnya dan seorang pelaku yang di duga oknum polisi langsung menebas tangan ayahnya atas tuduhan mencuri motor dan tabung gas elpiji. Ayahnya pun langsung tumbang bersimbah darah dilokasi kejadian.

    “Kronologi kejadian tersebut adalah versi pihak korban dan tentu kita menghargai versi dari semua pihak, baik korban maupun pelaku dan dalam hal ini perlu mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semua versi pernyataan itu harus diuji kebenarannya”, tegas Haji Uma.

    Selain itu, ia menyebutkan secara prosedural biaya operasi dan perawatan korban di RSUDZA tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Anak korban kini bertanya siapa yang akan membayar biaya tersebut. Sementara keluarganya miskin serta tidak mampu membayarnya biaya tersebut.

    Haji Uma berencana akan menyurati Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengevaluasi dan memberikan perlindungan bagi korban dalam kasus ini.

    Artikel

    • Sembilan Sekolah Menanti Jalan Layak, Johar Fahlani Desak Pemkab Aceh Timur Aspal Gampong Jalan
    • Didukung Perantau dari Negeri Jiran, Peringatan Maulid Nabi di Desa Alue Gadeng Berlangsung Mewah dan Meriah
    • Ratusan Petani Aceh Timur Duduki Pendopo, Tuntut Bupati Tuntaskan Sengketa HGU
    • Ribuan Petani Aceh Timur Demo, Minta Kembalikan “Tanah Adat” dan Tidak Perpanjang HGU
    • Besok, 3.000 Petani Aceh Timur Akan Gelar Aksi Damai Tagih Penyelesaian Konflik Agraria
    Banda Aceh Berita Utama

    Related Posts

    Aceh Timur

    Sembilan Sekolah Menanti Jalan Layak, Johar Fahlani Desak Pemkab Aceh Timur Aspal Gampong Jalan

    September 25, 2026
    Aceh Timur

    Didukung Perantau dari Negeri Jiran, Peringatan Maulid Nabi di Desa Alue Gadeng Berlangsung Mewah dan Meriah

    September 24, 2026
    Peristiwa

    Ribuan Petani Aceh Timur Demo, Minta Kembalikan “Tanah Adat” dan Tidak Perpanjang HGU

    September 24, 2026
    Ekonomi Bisnis

    Akhir April 2025 Harga Kakao Mulai Membaik, Rp 90 Ribu Per Kg

    April 28, 2025335 Views

    Tingkatkan Ekonomi Janda, PT Kurma Karya Global Manfaatkan Limbah Sekam Padi jadi Energi Terbarukan

    August 6, 2024176 Views

    Tebarkan Bau Busuk, Warga Minta Pemerintah Tinjau Izin Lingkungan dan AMDAL PKS di Desa Tampak

    May 6, 2025157 Views
    Seni Budaya

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 PT. METRO PESAWAT GRUP

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.